Rabu, 22 Desember 2010

Dedicated for you.

Untuk mama. -Spesial thanks to Ci candy, penjual bunga. :)

Saya bukan orang yang terbiasa secara langsung atau blak-blakan bilang sayang pada mama dan papa. But trully deep in my heart, I love you mom. And I'm not saying this because today is Mother's Day, I'm saying this because I really do.

Gak mengherankan kalo mama seandainya gak percaya aku bener-bener sayang. Memang klise kelihatannya, dimana anak yang bikin postingan tentang mama bahkan jarang membuktikan kalo dia sayang. Dia lebih sering bikin mama kesel daripada bikin mama seneng. Dia lebih sering bikin mama sedih daripada bangga. Iya, dia emang egois ma. And I'm really sorry for that.

Makasih ya ma. Tanpa kecantikan mama gak mungkin lahir aku yang secantik mama gini. *Please deh Sar ini muji mamanya atau anaknya?* :))

Oke, kali ini serius. Makasih ya ma buat semuanya. Makasih buat selalu maafin kesalahan aku. Makasih udah ngelahirin aku.
Ohya, satu lagi. Aku tetep sayang kok sama mama meski mama ngomong Starbuck jadi Sparbak. :") Hahaha. Bercanda.

HAPPY MOTHER'S DAY FOR EVERY MOM IN THE WORLD! You are great.
Terakhir, aku mau bilang makasih ke Mamanya Gabe bondoc. Karena uda lahirin pasangan hidup saya. *STOP SAR STOP!!* :))

Behind the scene.
”Makasih ya. :")“ ”Sini peluk dulu dong ma! :)“ *peluk* | *suara malaikat: Gini dong Sar, berbaktinya jgn hari ini aja!* :)))

Minggu, 12 Desember 2010

Quick post

"Kedewasaan seseorang dapat dilihat dari bagaimana dia menyikapi perbedaan (suku, agama, ras, pendapat)."-Sara

Kalo ada tombol "Undo" dalam hidup, maka tidak akan ada langkah/keputusan yang akan disesali. Seperti salah potong poni misalnya.-Based on true story.

Sabtu, 11 Desember 2010

Tiga babi kecil.

Aku adalah babi bungsu yang punya dua babi sebagai kakakku. Kebahagiaan kami adalah makanan enak. Kami adalah tiga anak babi bahagia! (Orang tua kami tetep seorang manusia, btw.)

Sekeping uang logam: Part II.


dalam tetesan keringatnya

senyum itu merekah

berbekalkan senyum dan sebuah gitar seadanya

menyusuri jalan demi jalan

tak peduli teriknya matahari atau derasnya hujan

mengetuk pintu hati rakyat ibukota


demi menafkahi keluarganya, ujar bibir mungilnya

alih-alih sekeping uang logam

sering kali tatapan sinis yang didapatnya

bahkan dalam cacian dan makian yang dilontarkan kepadanya

senyum itu seakan enggan pergi dari wajah mungilnya

ya, memang tak semua pengguna jalan menyukai keberadaannya


namun tak sekali pun sesal terbesit dalam benaknya untuk dilahirkan di dunia ini

dunia yang nampak begitu tak adil bagi bocah setulus dirinya

“bukankah Tuhan begitu baik bagiku?” ungkap senyum itu.

senyum tulus penuh rasa syukur yang membalut setiap derita dan luka yang tersembunyi


aku terperangah dan malu pada diriku sendiri.



Jumat, 10 Desember 2010

Sekeping uang logam.


Sekeping uang logam keemasan terjatuh dari saku seorang pria muda berpakaian jas lengkap, menggelinding pelan melewati kaki-kaki orang yang berlalu lalang di jalan itu, membentur kaki gerobak Hotdog kemudian berhenti tepat di depan sepasang kaki mungil tak beralas kaki yang kotor dan dekil tak jauh dari gerobak Hotdog itu. Sungguh kontras jika dibandingkan dengan berbagai pasang kaki yang berlalu lalang di jalan itu yang bersepatu dengan bermacam warna dan berkilau jika terkena pantulan sinar matahari, atau beberapa sepatu dengan hak tinggi. "Pak! Tunggu! Koin anda terjatuh," ujar pemilik kaki. Oh, ternyata pemiliknya adalah seorang bocah yang kalau dilihat dari wajah dan penampilannya sih mungkin berumur sekitar 5-6 tahun. Bocah ini memungut koin itu dan melangkah cepat mendekati pria muda tersebut. Pria muda itu menoleh, menatap seorang bocah kecil berpakaian lusuh tanpa alas kaki berdiri di hadapannya. Sorot matanya sayu dan bibirnya menyunggingkan senyum halus kepadanya. "Maaf?" "Koin ini milik Bapak. Tadi aku melihatnya terjatuh dari saku Bapak," papar bocah itu, berusaha terdengar sopan. Pria ini perlahan mengalihkan pandangannya pada tangan kanan mungil yang sedari tadi terarah kepadanya, rupanya ada sekeping uang logam lima ratus rupiah di sana. "Oh, koin ini untukmu saja," ujar pria itu cuek. Siapa yang tahu bahwa ucapan tadi sanggup membuat sepasang bola mata berbinar dan sebuah bibir tersenyum lebar? "Wah, terimakasih pak!" seru bocah itu, tak mampu menyembunyikan kegembiraan di dalam kalimatnya. Pria muda itu kembali melanjutkan langkahnya diiringi oleh tatapan bahagia si bocah yang memandangi punggungnya bergerak menjauh hingga menghilang di tikungan jalan. "Terimakasih Tuhan," bisiknya pelan.

Sekeping uang logam lima ratus rupiah yang gak terlalu diperdulikan, bisa sangat berarti untuk seseorang. Begitu banyak anak-anak yang kurang beruntung, sejak lahir dalam begitu banyak tekanan hidup. Keadaan dimana mereka gak bisa mengenyam pendidikan karena keterbatasan ekonomi, sering banget merasa kelaparan, gak punya rumah, bahkan harus jadi tulang punggung bagi keluarganya. Begitu kontradiksi dengan kita, yang bisa dibilang serba berkecukupan namun sering kali gak bisa bersyukur.

Anak A: Mama nyebelin banget sih! Mau beli BB gak boleh!!
Anak B: Hari ini mama batuk darah lagi, tapi uangku belum cukup buat beli obat.

Anak A: AH! MAMA EGOIS BANGET SIH! TERUS AJA DUIT JAJAN GUA DIPOTONG!
Anak B: Hasil jualan koranku hari ini lumayan, makasih Tuhan.

Anak A: Nyokap gua bener-bener keterlaluan! Dikira gak bosen apa makan ayam mulu.
Anak B: Wah makasih Tuhan, dapet tempe gratis hari ini.

...Bukankah sering kali kita menjadi sosok anak A dalam situasi/konflik yang berbeda? Aku pun begitu.
Aku dan kamu harus sama-sama banyak belajar dari sosok anak B.

Kamis, 02 Desember 2010

998 dari 1.000 orang akan bilang Tidak.

"Mungkin wanita memang memiliki 'sindrom merasa gendut' yg mengalir dlm darahnya. Tapi saat celana mulai menyempit, kami menyebutnya fakta."-Sara.

"Kalo disuruh pilih, mau gendut atau tidak?"

Saya yakin, 998 dari 1.000 orang akan berkata Tidak kalo diperhadapkan pada pertanyaan ini. Ini artinya hanya ada 2 dari 1.000 orang yang akan berkata Ya. Dan artinya lagi, ini jumlah yang sedikit banget. Namun nyatanya, dalam hal ini mewujudkan keinginan itu gak semudah mengucapkan Ya atau Tidak. Butuh perjuangan.


Kata orang, "Sekurus-kurusnya wanita dia akan selalu merasa gendut." Dan kata Sara, statement ini 50% kebenaran dan 50% berlebihan.

Kenapa gua sebut 50% benar? Ya, karena memang ada wanita jenis ini.

1.) Spesies Wanita Proposional kurang percaya diri. Wanita jenis ini telah memiliki berat badan yang pas dengan postur tubuhnya, ideal, dan gak punya lemak-lemak mengganggu. Namun masih merasa gendut, kurang kurus, dan diet habis-habisan. Dalam skala yang parah, wanita jenis ini ada mengalami gangguan mental dan cenderung menyakiti dirinya sendiri. Karena gak pernah puas dan selalu ingin menurunkan berat badan. Contoh: Bulimia.

2.) Spesies Wanita mencari ungkapan, "Kamu itu udah kurus banget tau!". Jenis ini, sesungguhnya dari dalam hatinya mengiyakan kalo dirinya memang gak gendut. Tapi masih suka narsis. Dia suka mengumbar-ngumbar di berbagai situs jejaring sosial, "AH!!! Hari ini makan banyak, duh mau kurus:(" dan mendapatkan kepuasan tersendiri saat menerima ungkapan yang dia ingikan tersebut. Jenis ini jarang ditemukan.

Kenapa statement tadi 50% berlebihan? Karena gak semua wanita begitu.

3.) Spesies Wanita dengan lemak terselubung. Wanita ini terlihat baik-baik saja secara kasat mata, tetapi sesungguhnya memiliki lemak terselubung. Lemak yang bersembunyi di balik kecerdikkan wanita dalam memilih pakaian sehingga membuatnya tidak nampak. Atau lemak yang bersembunyi di tempat-tempat yang jarang diperhatikan orang. Wanita jenis ini sering disebut gila karena merasa gendut dan bilang mau menurunkan badan oleh orang-orang disekitarnya yang belum pernah melihat lemak terselubungnya.

4.) Spesies Wanita yang tidak merasa gendut. Faktanya, gak semua wanita merasa gendut. Atau gak semua wanita kurus merasa dirinya kurang kurus. Ada yang biasa-biasa aja, ada juga yang malah ingin menggemukan badan karena merasa kekurusan.

5.) Spesies Wanita yang bahagia meski dirinya gendut. Wanita ini merasa gendut tapi gak peduli. Gak peduli sama apa kata orang tentang dirinya. Gak memfokuskan diri pada kekurangannya, seperti merasa kurang berharga atau kurang percaya diri hanya karena dia gendut.Yang terpenting baginya adalah dia sehat dan dia bahagia. Wanita jenis ini patut menerima Trophy Award. :D

Seperti biasa, postingan saya ini memang berdasarkan kisah nyata. Saya pun adalah satu dari 998 orang tersebut yang memilih Tidak, untuk pertanyaan tadi. Dan segala sesuatu memang butuh perjuangan. Bahkan kata seorang temen gua, "Kalo diet itu gampang, gak bakalan ada orang gendut." Dan setelah mengalami pembaharuan dalam pandangan gua, statement tersebut akan berubah menjadi,

"Kalo diet itu mudah, orang gendut bakal jadi makhluk langka hampir punah yang akan dilindungi dalam Suaka margasatwa."-Sara

Kamis, 25 November 2010

Hujan


"Karena langit dan bumi tidak dapat bersentuhan, langit menitipkan rindunya pada bumi lewat Hujan."-Sara. ♥ :')

Gua suka hujan. Gua suka wangi hujan, suasana yg ditimbulkan, suarannya, kecuali guntur tapi.
Kalo lagi turun hujan gua suka dengerin suara air hujan yang turun, rasanya bikin tenang. Itu backsoud terfavorit gua hingga saat ini, cocok jadi pengiring aktivitas seperti nyiptain lagu, menulis, membaca, atau makan. Hahaha. Hujan itu identik dengan hal-hal berbau mellow, drama, atau adegan sinetron dimana tokoh utama menerima kabar buruk (entah pacarnya ternyata saudara kandungnya sendiri, atau ibunya ternyata bukan ibu kandungnya yang sebenarnya, dsb) sehingga dia berlari-lari dalam hujan kemudian mendongak menatap langit sambil teriak "TIDAAAAK", Baik yang ini diabaikan aja. Nah, bagi gua suasana hujan yang memiliki sempurna itu tiga bahan pokok: musik, makanan/minuman hangat, dan gitar.

Musik. Musik adalah komponen penting dalam menciptakan suasana hujan yang sempurna. Dan tentu saja musik yang cocok dalam suasana hujan. Nah, ini dia rekomen untuk kalian yg baca posting ini. Lagu favorit gua yang biasa diputar dalam suasana hujan, bukan mellow-romantic, tetapi manis di telinga. Robin Thicke yg The sweetest love, Can you believe, Lost without you, Against the world. Lalu ada Sandhy Sondoro yg End of the rainbow. :))
Makanan/minuman hangat. Makanan ideal saat hujan turun adalah mie istant, bakpau, soto ayam nyokap! YEAHHH. :D Dan kalo minuman gua pilih susu cokelat panas atau cappucino.

Gua yakin semua org punya pandangan sendiri mengenai hujan. Ciptakan sendiri nuansa hujan sempurna yg kamu inginkan! :)

Dan ini dia ada salam penutup dari Sara 11 tahun yang lalu, yg datang dari masa lampau, "You can stand on the my umberella ella ella ella e e e." :)

Jumat, 01 Oktober 2010

Indonesia perlu PIPI TEMBEM.

INDONESIA NEEDS PIPI! INDONESIA NEEDS PIPI! Percayalah bahwa yang dibutuhkan Indonesia hari-hari ini adalah PIPI! Sepasang pipi yang buntel. Pipi Russel di film Up seharusnya menjadi pedoman bagi seluruh rakyat tanah air.

Alasan mengapa kamu membutuhkan pipi tembem:

1. Karena pipi tembem akan membuatmu lebih 'menonjol' diantara pipi-pipi lainnya.

2. Tau Russel di film Up? Boboho? Baim Alkatari? Mereka LUCU kan? Seperti yang kita semua ketahui, PIPI MEREKA TEMBEM. ...Ngerti kan maksud saya. :))

3. Pipi tembem membuatmu AWET MUDA. Terhindar dari tanda-tanda penuaan DINI. (..Iya, yang ini sepenuhnya ngarang.)

4. Pipi tembem memiliki potensi untuk menjadi ciri khas bangsa yang dapat membedakan Indonesia dari bangsa lainnya.

5. Karena pipi saya tembem.

6. Karena saya lagi cari pengikut besar-besaran.

7. Karena jika pipi tembem ngetrend, sayalah orang yang paling diuntungkan.


*menghela napas*
Bermula dari semangkuk soto Ayam mama yang memberi candu, berakhir dengan disadarkan bahwa pipi saya ini udah obesitas. Halah. Sore itu, hujan turun membasahi rumahku."Ma, aku mau lagi dong." "JANGAN!!! Liat tuh pipi kembungmu itu." "..." Pipi kembung? Yang dimaksut bukan pose foto anak abegeh yang menggembungkan pipi, tapi yang dimaksut disini seperti...kata lain dari pipi tembem. Kosakata baru yang dilahirkan oleh wanita yang melahirkan saya.

Tolong support saya utk menghadapi beratnya kehidupan ini dengan menembemkan pipi kalian. Atau buat posko koin peduli kebahagiaan Sarah? Dukungan kalian akan sangat berarti untuk aku. :') *Halahh* *Macam di kompetisi2 gitu*

Kamis, 30 September 2010

The Power of MOUTH.


"Segala penyakit sebagian besar bermuara dari MULUT. Sakit hati, datang dari perkataan yang dikeluarkan oleh mulut. Berbagai penyakit fisik lainnya pun biasanya datang dari apa yang kita makan."-Bokap.

Statement beliau ini menurut gua pribadi cukup terbukti kebenarannya. Memang betul, sakit hati sering kali timbul dari perkataan yang dimuntahkan oleh mulut. Gua juga sering menjumpai orang-orang yang memiliki masalah besar yg pada mulanya dilatarbelakangi oleh kehilangan kontrol atas mulutnya. Seperti apa yang dikatakan oleh pribahasa klasik, "Mulutmu Harimaumu." Bahkan berbicara sembarangan pada Pemerintah terkadang dapat menjadi penyebab seseorang kehilangan nyawanya di beberapa negara, (..atau pernah denger dari Bokap, sewaktu Pak Soeharto memimpin Indonesia dulu, mengkritik pemerintah itu bisa membahayakan keselamatan seseorang gitu).
Dan memang betul, kalau penyakit fisik juga sering kali timbul dari apa yang mulut kita makan. Bahkan di suatu seminar kesehatan yang pernah gua hadiri, Dr. Elizabeth mengatakan bahwa "Mulut sesungguhnya adalah otak kedua kita. Sebab makanan yg kita konsumsi dapat menentukan/mempengaruhi kecerdasan kita."

Menurut kepercayaan yg gua yakini, Mulut memiliki kuasa. Sebab itu nyokap mendidik gua utk berhati-hati dalam bicara. Seperti kalo beliau mendengar gua bilang, "ah bodoh! Masa gini aja aku gak bisa?" Maka nyokap akan menegur gua, "Gak boleh bicara kayak gitu. Mulut itu punya kuasa loh." Kuasa yg dimaksud adalah saat kita mengucapkan kata-kata negatif/positif secara langsung atau tidak langsung kata-kata tersebut akan bekerja. Contohnya, seorang anak yang dibesarkan dengan kata-kata menjatuhkan dan tidak membangun dari mulut orang tuanya seperti, "Dasar anak bodoh! Gak bisa diandalkan! Bisanya nyusahin orang tua! Bodoh!" Percaya atau tidak, anak itu akan tumbuh menjadi seperti apa yang dikatakan oleh orang tuanya. Dan menurut saya, pada umumnya anak yang tumbuh dgn lontaran kata-kata positif pertumbuhan mentalnya akan jauh lebih baik dari anak yang terbiasa tumbuh dgn lontaran kata-kata negatif yg ditujukan pada dirinya.

Dan berdasarkan segala padangan yang 'tampak' sedikit berbobot mengenai Kekuatan Mulut sore ini, dengan ini saya mengatakan dengan keyakinan penuh: "PERUT SAYA ITU KECIL, RATA, DAN GAK BUNCIT KOK." "PERUT SAYA ITU KECIL, RATA, DAN GAK BUNCIT KOK." :)))) *Tsaaahh.* *Kan ceritanya mulut punya kuasa* *eaaa* :))

....*dihanyutkan ke Sungai Amazon*.

Sabtu, 25 September 2010

*melambai-lambai pada Blog* :))

HELLO BLOOOGGGGG! Tsaaahh. Hai hai, setelah sekian lama hilang dari peradaban masa kini seolah tersesat di dimensi waktu yang berbeda, saya kembali dengan kondisi perut yang lebih besar dari kondisi perut saya di postingan terakhir kemarin, hiks. Dan juga perasaan rindu berat yang bahkan lebih berat dari berat badannya Pretty Asmara *ditabok Pretty Asmara*, rindu yang lebih dalam dari Cinta Agnes Monica pada Ahmad Dhani di lagu Cinta mati yang katanya sedalam samudera setinggi langit di angkasa kepadamu uwooh uwooo.... *kedengeran Ahmad Dhani* *diajak rekaman dan bergabung dalam Republik Cinta Management* *eaaaa* :)) Iya pokoknya saya kangenkangenkangenkangen seka.... *ditonjok karena terlalu bertele2* Oke. Cukup sampe disitu kangen2annya. :))

..Jadi setelah sekian lama engga ngeblog kemana aja gua selama ini? Gua melarikan diri ke Twitter. Gua suka cerita tentang apa pun di sana, dlm bentuk super mini pula, 140 karakter.

RT @sararurero: *Backsound: sirene mobil ambulan* TOLONG PAK DOKTER! TOLONG!!! INI DARURATTTT! Saya kepingin bgt nonton Andi Rianto & Gabe Bondoc live. Uwo.

RT @sararurero: Secercah semangat terbit dari balik seporsi mie goreng. Menenggelamkan kelesuan saya.

RT @sararurero: *megang trophy award* *mata berkaca2* Saya gak nyangka. Bisa masak sarapan sendiri. Selamat ya, Sar. Kamu hebat! #emangmasakapalu #Indomie.

RT @sararurero: Bakal alih profesi menjadi Rapper selama beberapa saat ke depan. Dgn isi bait & reff lagunya bersumber dari catetan kimia.

RT @sararurero: *DUGG!* Sebuah hp jatuh dr ketinggian 20 cm tepat di dahi korban. Korban pun melimpahkan rasa sakitnya pada tweet. "SAKIITTTTT!"

RT @sararurero: Sepertinya perut gua menganut motto: "Life is never FLAT."

RT @sararurero: 20 nomer yg dapat menyebabkan gangguan pencernaan, gangguan pernafasan, dan khususnya gangguan otak (baca: korslet). Jiahh. Lebay.

RT @sararurero: Parade tim marching band serta letusan ratusan kembang api di langit, sukses menutup perayaan usainya peer fisika ini. Yiha.

RT @sararurero: Nyokap ganti merk sabun mandi utk keluarga. Dan aromanya mirip sama bau badan sarimin si topeng monyet sehabis pertunjukan keliling seharian.

RT @sararurero: Perut saya haus belaian wanita. Dia berusaha 'menonjol' biar dirayu-rayu oleh saya. "Sayang, aku masih cinta kamu. Ayo kempes ya."

RT @sararurero: Dear langit, berhenti hujan dong sepuluh menitan aja. Ntar saya kasih senyuman terindah. #EAAA #negosiasi. Apa katamu? Ga tertarik? Kurang ajiar.

RT @sararurero: Kilat petir, gemuruh guntur, deru angin serta hujan deras pun mengiringi proses kepergian veses di toilet sore ini. #eaaaa :))

RT @sararurero: Menyebalkan adalah saat mas2 penjaga stand makanan di xxi memanggilmu "kak", tp memanggil kakakmu yg berada di sebelahmu "dek".

Menurut gua Twitter lebih simple dan lebih praktis diakses lewat handphone, jadi saat ini Twitter adalah media pertama yang gua pilih untuk cerita mengenai hal2 mahatidakpenting dlm hari2 gua. Tapi mulai detik ini, gua akan berusaha utk lebih sering ngeblog. Meski isinya postingan2an singkat. Jadi, teman-teman selamat mengucapkan selamat datang kembali pada saya. Hmm... Kayaknya gua harus mulai mengingat kembali hal-hal maha penting apa yang rasanya harus gua ceritakan di sini. Tunggu saya di postingan berikutnya yaaaa! Byeeeeeee :D